6.3.10

Perbuatan Baik

Perbuatan Baik
The Best of Bits & Pieces

Peristiwa ini terjadi ketika Abraham Lincoln sedang berkunjung ke sebuah rumah sakit tempat para prajurit yang terluka selama Perang Saudara dirawat.

Abraham Lincoln menghampiri seorang prajurit yang lukanya terlihat sangat parah.

”Ada yang bisa kulakukan untukmu?” tanya Abraham Lincoln.

Sang prajurit menjawab dengan tersengal-sengal, ”Maukah Anda... menulis surat... untuk ibuku?”

Abraham Lincoln menyanggupinya, prajurit itu pun mendiktekan isi surat untuk ibunya...

”Ibu sayang,
Aku terluka sangat parah... ketika aku sedang mengabdi pada negara.
Tampaknya... aku tak bisa bertahan lama,
Jangan sedih... bahwa aku akan mendahuluimu.
Sampaikan ciumku... pada John dan Mary... dariku.
Aku akan berdo’a...
Tuhan akan memberkati kita.

PS : Surat ini didiktekan oleh anakmu kepada Abraham Lincoln”

”Perlihatkan suratnya padaku... yang telah Anda... tulis, dan... akan diterima ibuku.”

Abraham Lincoln pun segera menyerahkan suratnya kemudian prajurit membacanya dengan susah payah.

”Apakah Anda benar-benar Presiden Abraham Lincoln?”

”Ya, benar. Ada lagi yang bisa kubantu?”

”Maukah Anda... memegang tanganku?? Jika Anda mau... melakukannya... rasanya... aku dapat pergi dengan tenang”

Presiden itu pun memegang tangan prajurit dengan penuh ketulusan.

”Apakah Anda masih... memegang tanganku?”

”Aku sedang memegang tanganmu”

”Anda pasti sibuk... sekarang boleh lepaskan tanganku”

”Kau prajurit yang baik. Putra bangsa Amerika Serikat yang baik. Betapapun sibuknya aku sebagai presiden Amerika Serikat, aku wajib mendampingi warganegara kami seperti kau ini. Itulah alasan mengapa ada seorang presiden di negara ini...”

Abraham Lincoln memegang tangan prajurit hingga prajurit tersebut menghembuskan nafas terakhirnya...

Sekilas tentang Abraham Lincoln :

Abraham Lincoln berhenti bersekolah pada kelas 9, dan dia membutuhkan waktu 17 tahun untuk membayar utangnya ketika bisnisnya bangkrut. Dia gagal dalam pemilihan kongres, gagal dalam pemilihan senat, dan gagal dalam pemilihan wakil presiden. Tetapi, akhirnya dia dipilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-16, membawa kemenangan dalam Perang Saudara, dan dia juga menghapuskan perbudakan. Sekarang dia menjadi salah satu mantan presiden Amerika Serikat yang paling dihormati.

Kutipan-kutipan Abraham Lincoln yang terkenal :
Jika tidak ingin diperbudak, janganlah memperbudak orang lain
Teman terbaikku adalah siapa pun yang memberiku buku untuk kubaca
Jika kita ingin memenangkan hati seseorang, pertama yakinkan dia bahwa kita tulus berteman dengannya
Aku mencabuti rumput liar dan menanam bunga di tempatnya akan bertumbuh
Aku tidak tahu siapa kakekku. Aku lebih peduli untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada cucu-cucunya
Yang terbaik tentang masa depan adalah datangnya dari hari ke hari

Adapted by ”Chicken Soup for the Soul” (Graphic Novel)

27.2.10

Keluarga Yassir

Siapa sih keluarga Yassir itu? Saya juga baru tau sekarang-sekarang ini, pas nonton film The Message. Film itu tentang perjuangan Rasulullah Saw dan kaum Muslimin dari awal berdakwah hingga Rasulullah Saw wafat. Asli, kalo sahabat pada nonton ini, dijamin akan bener-bener menguras air mata dan menjadi bahan evaluasi buat semuanya.

Keluarga Yassir hidup di saat Islam belum banyak dianut oleh penduduk Mekah, pengikut Rasulullah Saw masih sedikit banget waktu itu, dan mereka masih berdakwah secara sembunyi-sembunyi.

Keluarga ini terdiri dari ayah yang bernama Yassir, ibu yang bernama Sumayah, dan anak mereka yang bernama Amar. Amar adalah salah satu dari pemuda yang udah masuk Islam dan mengimani kerasulan Rasulullah Saw.

Orangtua Amar bener-bener kecewa karena Amar masuk Islam. Tapi, pas mereka lagi membicarakan hal itu di rumah mereka, entah kesenggol entah gimana, sebuah patung yang dianggap Tuhan alias berhala pun jatuh dan pecah.

Yassir sangat ketakutan, dia ngerasa berdosa udah mecahin Tuhannya. Di situlah, Amar berdakwah sama kedua orangtuanya. Amar bilang mana mungkin Tuhan nggak bisa ngelindungin dirinya sendiri, sampe-sampe pecah begitu.

Karena Amar begitu persuasif, orangtuanya pun mendukung Amar buat berjuang bersama Rasulullah, apalagi beliau udah punya gelar Al-Amin dari dulu, jadi keluarga Yasin percaya sama Rasulullah. Dan tentunya, Yasin serta Sumayah pun masuk Islam.

Tapi, pada suatu ketika, keluarga itu disiksa sama Abu Jahal cs, disuruh buat mengucapkan kata-kata kufur dan dipaksa kembali kepada agama nenek moyang mereka yaitu nyembah berhala. Terang aja mereka ga mau, berkali-kali mereka disiksa dan dipaksa seperti itu, yang keluar dari mulut mereka hanya ”Asyahadu ala ilaa ha ilallah..”

Akhirnya, Sumayah dan suaminya pun dibunuh (ditusuk pake tombak), sedangkan Amar, anaknya nggak dibunuh sama si jahat-jahat itu gara-gara dia ngomong kata-kata kufur yaitu menyebutkan nama Tuhan si penyembah berhala. Setelah Abu Jahal cs pergi, Rasulullah Saw dan saudara-saudara seiman yang lain pun mendatangi Amar.

Amar menangis hebat, secara gitu dia ngeliat dengan mata kepalanya sendiri gimana kedua orangtuanya dibunuh secara keji (sebelum dibunuh, mereka disiksa terlebih dahulu, Sumayah ditarik-tarik kedua tangan dan kedua kakinya, sedangkan Yassir dicekik-cekik lehernya). Tapi nggak hanya itu yang bikin dia sedih, dia bilang ke Rasulullah Saw, gimana saya mau ngelanjutin hidup saya, kedua orangtua saya udah dibunuh, dan saya udah mengucapkan kata-kata kufur..

Tapi Rasulullah Saw menjawab bahwa Amar insyAllah diampuni karena dia ngomong itu secara terpaksa (bener-bener terpaksa), dan Allah nggak akan membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan hamba-Nya tersebut karena di dalam hati Amar, nggak sedikit pun imannya kepada Allah dan Rasulullah Saw luntur.

Dan Rasulullah ngasih suatu berita gembira buat Amar, beliau bilang kalo keluarga Yasin udah dijanjikan surga sama Allah. Amar pun perlahan bangkit dan kembali bersemangat buat menegakkan kebenaran.

FYI, Sumayah adalah wanita pertama yang syahid. Subhanallah… Saat itu juga saya nangis T.T dan malu, sangat malu. Sudahkah iman saya sekuat itu? Sudahkah nikmat yang PALING BESAR yaitu IMAN dan ISLAM sudah kita syukuri dan pegang teguh? Sudahkah kita memiliki integritas pengabdian yang tinggi terhadap Allah Swt?

Sahabat, mari kita sama-sama evaluasi diri, sama-sama berusaha untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa dilimpahi cintaNya dan maghfirahNya. Amin..


”(Yaitu) mereka yang beriman dan hatinya tenang karena mengingat Allah. Ketahuilah! Hanya dengan ingat akan Allah, maka hati merasa tenang.”
(QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

24.2.10

Untaian Kata untuk Ayahanda

Assalamu'alaikum ayahku..

Cie.. Cie.. Ada yang ulang tahun nih! Horee! Traktir :D hehe

Ayah.. Sudah 48 tahun engkau melangkah,
Semoga khilaf beroleh maghfiroh-Nya, karya beroleh pahala-Nya, ke depannya semakin bertambah berkah-Nya.

We will always love you, dad.. ^-^

SEMANGAAATT!
ALLAHU AKBAR!
\^o^/

dari : titin suhartini, tina nur faidah, annisa nur fitriani, khusus untuk nana suryana, suami dan ayah yang paling super! ^o^

---

Balasan dari ayah yang sederhana namun luar biasa :

Amin
terima kasih kepada keluargaku yang tercinta
ternyata ada yang lebih ingat pada usiaku
hatur nuhun kana sagala do'a na
mudah-mudahan selain usia yang bertambah ada perubahan yang berarti
sakali deui hatur nuhun tos dièmutan

---

Allaahummagfir lii dzunuubii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii sagiiraa, wa li jamii'il-mu'miniina wal-mu'minaati wal-muslimiina wal-muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal-amwaati wa taabi' bainanaa wa bainahum bil-khairaat, rabbigfir warham wa anta khairur-raahimiin, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-'aliyyil-'aziim.

Ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang ibu bapakku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana keduanya telah mendidikku sejak kecil, ampunilah seluruh orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan serta orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, mereka yang masih hidup dan sudah mati. Dan ikutkanlah antara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, ampunilah dan sayangilah, dan Engkaulah sebaik-baik Penyayang dari para penyayang. Tiada daya dan tidak ada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Agung.

30.1.10

Inner Beauty

Sumber : Sasa Esa Agustiana dalam Talkshow "Inner Beauty ; Keajaiban yang Menakjubkan!" @ Masjid Al-Burhan & Buku "Wanita ; antara cinta dan keindahan"

  Dia adalah penjelmaan malaikat di bumi
  Kelembutan tuturnya membangkitkan semangat
  Sentuhan kasihnya meredakan semua amarah
  Kecantikan abadinya membuat indah yang hampa
  Begitulah wanita dengan sejuta pesonanya
  (Sasa Esa Agustiana, "Wanita ; antara Cinta dan Keindahan")
    
Talkshow yang bertajuk "Inner Beauty ; Keajaiban yang Menakjubkan!" sangat menarik, memberi pencerahan pada akhwat-akhwat yang mungkin masih bingung soal kecantikan yang sesungguhnya. Saya juga lupa tanggal berapa talkshow ini berlangsung, dalam postingan ini saya mau bagi-bagi ilmu dari teh Sasa yang ada di buku catatan saya juga ditambah beberapa materi dari buku karangan beliau yang berjudul "Wanita ; antara Cinta dan Keindahan"

Surat At-Tiin ayat 4 menunjukkan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Berarti jelas dunk, keindahan ataupun kecantikan itu pada dasarnya udah terpatri dalam diri manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna diantara yang lainnya. Sayangnya, banyak orang-orang yang hanya menilai kecantikan dari fisiknya aja. Padahal cantik yang sesungguhnya itu adalah yang cantik hatinya (qolbun).

Qolbun sendiri juga terbagi menjadi 3 macam :

1. Qolbun mayyit
Qolbun tipe pertama ini adalah hati yang mati. Ga jarang body memikat, tapi pikirannya buntu - ga jernih, gampang putus asa, ga tahan menyeleksi mana larangan dan perintah, ga mau menjalankan amanat apa pun, akibatnya menjerumuskan diri (bahkan keluarga) pada kebinasaan. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-A'raaf ayat 179 yang artinya : "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergukan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)." Dalam riwayat lain, "Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat jalannya." (Q.S. Al-Furqan ayat 44). Hufft.. Serem banget,, lebih sesat daripada binatang ternak. Na'udzubillahi min dzalik.. Semoga kita bukan termasuk golongan orang yang memiliki qolbun mayit tersebut. Amin.

2. Qolbun maridh
Yang kedua ini artinya hati yang sakit. Kaya gimana sih hati yang sakit itu? Ini ciri-cirinya..
  - Kalo ibadah : males, ga khusyu, ga nikmat
  - Kalo dinasehati : ga ngaruh
  - Kalo liat orang lain susah : seneng
  - Suka mengingat-ingat keburukan orang lain

3. Qolbun salim
Yang ini artinya hati yang sehat.. Siapa pun pasti ga mau dunk disamakan dengan binatang ternak? Karenanya, senantiasalah beurasaha menghiasi hati dengan ga menuruti hawa nafsu, selalu merindukan-Nya, selalu bersyukur, menghindari perasaan ria, takabur, selalu bertobat, menjaga kehormatan diri, ga berbuat aniaya, dan membalas keburukan dengan kebaikan.
Mereka yang punya qolbun salim ini bakalan senantiasa membersihkan hatinya, sehingga mereka selalu menyikapi kebahagiaan atau ujian seberat apa pun dengan rasa sabar, yang tentunya disertai dengan upaya nyari jalan keluar. Yang mereka khawatirkan hanyalah takut ga disayang Allah, takut ditinggalkan Allah, takut ga bisa pulang ke haribaan-Nya, giat menambah bekal amal dengan kekuatan hati, selalu bergantung sama Allah swt.
Orang yang membersihkan hatinya ga pernah menderita sakit dan perasaan stress karena cukup baginya jaminan dari Allah swt. semata. "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya surga tempat tinggalnya." (Q.S. An-Nazi'at ayat 40-41)

Karena kecantikan hati itu yang utama, maka awalilah semuanya dari niat di hati kita. Kata al-Ghazali, supaya kita punya qolbun salim itu pake proses dan metode menaklukkan jiwa dan pendisiplinan. Tapi prinsip dasarnya sama, setiap orang wajib meninggalkan sebab-sebab yang bisa membawanya pada kecintaan dunia. Kehidupan dunia cuma kenikmatan sesaat, kalo ga disikapi dengan benar, nantinya akan mebinasakan.

Ga ngerasa khawatir dengan kesengsaraan pada hari kiamat juga cerminan kematian hati. Untuk menghindarinya, seseroang harus menggantikan godaan yang timbul dengan mengingat dan beribadah pada Allah secara intensif. Seseorang wajib mempertahankan keadaan ini sepanjang hayatnya, ga ada akhir bagi perjuangan kecuali kematian. Hendaklah seseorang menjaga lidahnya dari menggunjing dan berdusta, hendaklah ia diam kecuali menyebut nama Allah dan berbicara yang haq hingga diamnya maupun ucapannya selalu bernilai ibadah.

Upaya menguasai jiwa ini awalnya bakal kerasa berat, tapi akhirnya bakalan menyenangkan. Kalo udah sampai ke kondisi itu, berarti seseorang udah menyelamatkan dirinya dari belenggu dan perbudakan nafsu untuk kemudian menggantinya sama kecintaan mengingat Allah dan mematuhi-Nya. Hati yang sehat juga jadi sumber ketakwaan. Indikator takwa sendiri yaitu mudah menerima nasihat, beramal dengan sungguh-sungguh, menghindari perkara subhat, melakukan perbaikan diri, mempersiapkan kematian, beriman pada hari akhir, dan hidup jujur.

Kecantikan fisik lahiriah = relatif

Umumnya masayarakat (khususnya pria) mengukur kecantikan cuma dari fisik lahiriahnya aja, misalnya dari ukurang tinggi badan, bentuk wajah, atau warna kulit. Mereka cenderung mengabaikan di luar itu. Eksplorasi buat menemukan titik keindahan wanita jadi dangkal juga relatif, bergantung sama siapa yang berkomentar dan dari sudut apa penilaian dilakukan.

Perlu disadari sama siapa pun bahwa kecantikan lahiriah ini didapat secara gratis, asli tanpa campur tangan orang yang bersangkutan, dikasih gitu aja dari Allah swt., masih inget surat At-Tiin ayat 4, kan? "Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." Jadi ga sepantasnya merasa bangga sama fisik yang dimiliki, apalagi menghina orang lain secara lisan ataupun tersembunyi dalam hati.

Bukankah kecantikan fisik itu hanya titipan, sewaktu-waktu tetap akan usang dimakan usia?

Eksplorasi Keindahan

Supaya punya keindahan yang unlimited, selalu terpancar, ada eksplorasi-eksplorasi yang diperlukan sebagai berikut :

1. Menjaga lisan
Dalam sebuah pepatah, "mulutmu adalah harimaumu." Menarik atau ngga nya seseorang bisa terpancar dari tutur kata yang santun, lemah lembut, menyejukkan, sapaan ramah, meski isi yang disampaikannya itu hal yang sederhana. Pandai menempatkan dirinya jadi pribadi yang tawadlu (rendah hati). Kalo dia tau dia sampaikan, kalo ga dia berterus terang.
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Pengampun." (Q.S. Al-Baqarah ayat 262)
Rasulullah saw. udah menetapkan dua pilihan;bertutur kata yang mengandung unsur kebaikan atau diam. Ga berkata-kata alias diam (ga berkomentar) karena kalo berkomentar dipandang mengandung unsur keburukan. Misalnya menahan diri dari megeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti hati orang, meledek/menghina, mencaci maki, menghasut/provokasi, mengkritik orang dengan ga bijaksana, dll.

2. Akhlak dan perilaku yang baik
Menurut Aisyah r.a., perilaku Muhammad saw. adalah cerminan kandungan Al-Qur'an. Firman Allah swt., "Dan sesungguhnya kamu (Rasulullah saw.) benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Q.S. Al-Qalam ayat 4). Tampak dari sifatnya yang penyabar, berjiwa syukur, pemaaf, ikhlas dalam beramal, berani membela yang benar (haq), bijaksana, dll. Melalui riyadhoh/latihan membiasakan beramal saleh. Jadikan hal ini sebagai sebuah kebutuhan dan kenikmatan, insya Allah bakal jadi sifat yang tertanam kuat di jiwa. Dengan sendirinya bakal ringan melakukannya, tanpa terpaksa. Hati juga bakal mudah tergerak buat memberi tanpa haru lebih dahulu diberi, kesabaran hati melahirkan sikap pantang menyerah menghadapi komentar orang bodoh (jahil) terhadapnya, bersyukur atas segala pemberian-Nya, mampu memaafkan dan bertindak bijaksana (hati-hati), menimbang dulu kemaslahatan diri, keluarga, lingkungan, dan umat.
  
3. Kendalikan diri
Kata rasulullah saw., orang yang kuat itu adalah orang yang pandai menahan amarah. Marah itu sebenarnya ga dilarang, boleh-boleh aja kita marah sama seseorang atau suatu keadaan, asal dalam kemarahn itu tetap dapat menjaga lisan dan perbuatan, jangan terlalu menuruti hawa nafsu, marah ga terkendali. Misalnya sambil mencaci, mukul, ga mau memaafkan, dendam, memutuskan tali silaturhami, dll.
Umumnya, saat marah raut wajah seseorang memerah, kedua matanya membelalak, urat leher tegang, hati tersulut emosi, dan kata-kata ga terkontrol sehingga bikin orang di sekelilingnya ga nyaman. Emang sih, perlu latihan yang ga sebentar buat mengelola emosi. Niatkan menegur/memarahi orang lain karena Allah, membenci pun karena Allah swt. Kita benci perbuatannya, bukan orangnya. Jadilah seseorang yang tetap menarik dan terkontrol walau dalam keadaan marah. Marah jadi ibadah, bukan sekedar menuruti hawa nafsu setan.
  
4. Punya al-haya (rasa malu)
Rasa malu seseorang sama Allah swt. bisa melahirkan suatu kebaikan. Orang yang punya rasa ini, bakal malu semata-mata kalo menggunakan karunia atau nikmat Allah swt. buat kemaksiatan, ia sadar selalu diawasi sama Allah swt. Ga ada satu pun tempat di kolong langit ini yang bebas dan aman berbuat sesukanya.
  
5. Menjauhi prasangka buruk
Kita ga boleh berprasangka buruk sama saudara kita, misalnya mengorek, memata-matai aib untuk diceritakan kembali ke orang lain, ghibah, dll. Ta[i, zhann (prasangka) diperbolehkan tetap ada. Misalnya zhann terhadap masalah yang terang-terangan akan mencelakakan dan zhann yang benar bahwa Allah itu Maha Adil, ga pernah zalim tehadap hamba-hambaNya.
Memata-matai orang diperbolehkan untuk menjauhkan diri dari kerusakan karena pertimbangan kemaslahatan yang lebih besar. Misalnya, kalo kita tau ada orang yang niat melakukan kejahatan, kita memata-matai mereka supaya bisa menggagalkan rencana tersebut.
  
6. Jaga makan & minumnya
Wanita juga perlu memlihara keindahan lahiriahnya, dengan cara makan dan minum yang halal, ga makan seenaknya/sesukanya dengan penuh kerakusan, tapi makan sebatas dapat menegakkan tulang-tulangnya untuk mendapatkan tenaga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Jangan juga menghindari makan dengan alasan sibuk, lagi diet, atau ga ada gairah makan gara-gara banyak pikiran.
  
7. Olahraga
Supaya keindahan jasad yang udah Allah swt. anugerahkan sama kita bisa dijaga kekuatannya, upayakan kondisi fisik selalu bugar, caranya melalui olahraga sesuai minat dan usia masing-masing. Atur waktunya di sela-sela kesibukan yang ada.

8. Menjaga kebersihan
Yang perlu dijaga kebersihannya adalah seluruh anggota tubuh dan pakaian. Hadist Bukhari menerangkan, "...Mandilah pada hari Jumat dan keramaslah meskipun kau tidak dalam keadaan junub dan pakailah wewangian..." Perbedaan wewangian antara pria dan wanita adalah seperti yang diungkapkan Abu Hurairah r.a., "Parfum pria adalah yang tercium aromanya dan tidak tampak warnanya dan parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium aromanya." (H.R. Tirmidzi dan Nasa'i). Menjaga penampilan diri dari bau keringat yang ga sedap termasuk keindahan juga.
Hadist Bukhari dan Muslim pun menerangkan kebersihan tubuh seseorang dengan menjaga lima perkara yang termasuk fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memendekkan kumis.
Selain itu, Rasulullah saw. mengajarkan bahwa pakaian seorang muslim harus selalu rapi dan bersih sehingga penampilannya sedap dipandang mata. Tentu, pakaian tersebut ga perlu baru. Kebiasaan mubazir mengoleksi baju dengan jumlah berlebihan, yang terpenting rapi dan bersih karena pakaian yang menjadi rezeki sesungguhnya apa-apa yang sedang melekat di badan dan sampai ga terpakai lagi. Selain tubuh, kebersihan gigi, mulut, dan rambut juga harus dijaga.

9. Merapikan diri
Setiap orang harus memelihara kerapian dirinya, jangan biarkan diri dalam penampilan kusut dan kumal dengan dalih ingin meninggalkan dunia (zuhud). Rasulullah saw. sendiri menganjrurkan untuk berpenampilan rapi, padahal belia adalah orang yang paling rendah hari (tawadhu) dan zuhud.
Berhias dan merapikan diri juga hendaknya ga berlebihan. Dalam surat An-Nur (24) ayat 60 dan Al-Ahzab (33) ayat 59, diterangkan mengenai larangan perempuan untuk tabaruj. Kata Ibnu Katsir, tabaruj berarti wanita yang keluar rumah dan berjalan/memamerkan diri di hadapan laki-laki (tabaruj jahiliah), kata Bukhari, tabaruj adalah tindakan seorang wanita yang menampakkan kecantikannya kepada orang lain, dan kata Muqatil, tabaruj adalah wanita yang melepaskan jilbanya, memperlihatkan kalung dan gelangnya. 
Bersikaplah tawazun (pertengahan/keseimbangan) dalam segala hal, jangan sampai berdandan, merapikan diri terbesit rasa ria, sombong, memamerkan harta atau mengukur penampilan berdasarkan kekayaan materi.

10. Berilmu
Emang sih setiap orang punya kecerdasan dan kesempatan yang ga sama. Tapi kita juga tetap harus berusaha menambah dan mengamalkan ilmu Islam sedikit demi sedikit dan terus-menerus. Cati ilmu sampai akhir hayat, sebab hal tersebut bakal jadi landasan berpikir dan beramal seseorang. Begitu juga ilmu lainnya, kita pelajari sebagai sarana ber-taqarrub (mendekatkan diri) sama Allah swt. Sehingga insya Allah, dengan terpadunya unsur hati, jasad, dan akal keindahan kita dapat membawa keselamatan dunia dan akhirat.

11. Ga berhias yang diharamkan sama Allah
Banyak wanita yang rela melakukan apa aja supaya terlihat cantik dan menarik. Tapi, berhati-hatilah karena ga semua cara berhias itu halal. Beberapa cara berhias yang diharamkan ialah mencukur alis, menyambung rambut, tato, dan merenggangkan gigi. Rasulullah saw. bersabda, "Allah melaknat wanita yang mentato dan yang minta ditato tubuhnya, dan yang mencukur alis dan yang minta dicukur alisnya, dan wanita yang menjarangkan gigi untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah."

12. Berhias yang mubah (boleh)
Ada beberapa cara berhias yang kedudukannya mubah, yaitu :
  a. mengenakan celak dan semir, "Sesungguhnya ada seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, mereka khawatir kalau mata mereka akan rusak, lalu mereka meminta izin kepada Rasulullah saw. agar diizinkan memakai celak dan Rasulullah pun membolehkan." (H.R. Bukhari dan Muslim). Masih banyak keterangan yang membolehkan penggunaan celak dan semir. Bahkan kedudukannya jadi sunah kalo alasannya berhias untuk membahagiakan suaminya.
  b. memakai minyak wnagi, "Sesungguhnya sebaik-baik parfum lelaki adalah yang tercium aromanya dan tidak kelihatan warnanya, dan sebaik-baiknya parfum wanita adalah tampak warnanya dan tidak tercium aromanya." (H.R. Tirmidzi). Tapi, kalo alasan seseorang memakai parfum buat menarik perhatian lawan jenisnya, berhati-hatilah karena Rasulullah saw. bersabda, "Jika seorang waita menggunakan parfum dan dia meleati suatu kaum agar tericum aroma parfumnya itu maka dia telah demikian dan demikian (melakukan zina)."
  c. bersisir dan mencukur bulu kemaluan. Hadis ini diriwaytkan dari seorang sahabat yang baru aja menikah tapi harus pergi berperang. Setelah selesai berperang, ia bergegas kembali ke istrinya. Niat ini dicegah Rasulullah, sabdanya, "Pelan-pelan sehingga kalian bisa masuk pada malam hari (waktu Isya') sehingga wanita yang rambutnya berantakan bisa bersisir dan wanita yang ditinggalkan bisa mencukur bulu kemaluannya."

Berbahagialah seorang wanita kalo bisa berpenampilan luar-dalam sama indahnya, terutama kalo hati dipenuhi dengan sifat-sifat positif. Do'a kita bersama, Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii, "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pulalah akhlakku." (H.R. Ahmad). Wallahu a'lam.

6.1.10

Khadijah : Wanita Mulia, Suri Tauladan Wanita Sejagad Raya

Khadijah adalah wanita yang sangat mulia dan begitu istimewa. Ia adalah istri pertama Rasulullah, orang pertama yang masuk Islam dan mengimani kerasulan Nabi Muhammad saw, salah satu dari empat wanita terbaik di dunia, wanita terbaik dari golongan Islam, business-woman terhebat, dan masih banyak keistimewaan yang terdapat dalam diri beliau.

Beliau lahir di masa jahiliyah, tapi beliau berbeda dari kebanyakan wanita Quraisy lainnya. Beliau punya keimanan yang bener-bener kokoh, nggak terkotori sama noda-noda paganisme jahiliyah. Itulah yang bikin beliau dikasih predikat ”ath-thahirah” yang artinya perempuan suci, sebelum Islam datang dan setelah Islam datang, beliau dijuluki ”ummul mukminin” yang artinya ibu orang-orang beriman.

Karena keimanan yang luar biasa, beliau rela ngasih semua hartanya buat ngedukung perjuangan dakwah Rasulullah, selalu setia menemani Rasulullah, bahkan saat Rasulullah nerima wahyu yang pertama sehingga ngerasa ketakutan dan gemetar dengan hebat, Khadijah-lah yang menenangkan Rasulullah dengan penuh cinta dan kelembutan juga ngasih dorongan berupa motivasi hebat yang menguatkan Rasulullah.

Kehidupan rumah tangga beliau sama Rasulullah pun adalah suri tauladan terbaik buat umat Islam. Karena kehidupan rumah tangga mereka sarat akan ketakwaan yang melahirkan keharmonisan sejati. Dari rahim Khadijah pula-lah, semua anak Rasulullah dilahirkan (kecuali Ibrahim).

Di bidang bisnis, Khadijah juga luar biasa! Beliau adalah seorang wanita yang jadi salah satu pengusaha sukses di tengah-tengah kaum Quraisy. Hampir setiap kafilah niaga Quraisy yang melakukan perjalanan ke Syam dan Yaman, membawa barang dagangannya dalam jumlah besar. Bahkan beliau kenal dengan Rasulullah pun lewat bidang ini.

Khadijah juga merupakan seorang wanita yang mendapat salam dari Allah dan berita gembira dengan sebuah rumah di surga. ”Jibril pernah menemuiku dan berkata, ’Wahai Rasulullah, Khadijah tengah mendatangimu. Ia membawa wadah berisi lauk—makanan atau minuman. Maka, jika ia telah sampai kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya dan dariku. Dan, beritahu padanya sebuah kabar gembira berupa sebuah ruma di dlam surga yang terbuat dari kayu yang di dalamnya tidak terdapat kegaduhan dan kesusahan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Beliau wafat pada usia 65 tahun, 3 tahun sebelum peristiwa hijrah, sebelum peristiwa Isra Mi’raj, sebelum turunnya perintah shalat 5 waktu. Kematian beliau bener-bener meninggalkan duka mendalam buat Rasulullah. Tahun kematiannya dikenal dengan ’am al-huzn (tahun berselimut duka). Karena nggak hanya Khadijah yang meninggal di tahun tersebut, tapi juga paman Rasulullah, Abu Thalib.

Rasulullah nggak pernah bisa melupakan Khadijah seumur hidupnya. Terbukti, Aisyah selalu cemburu sama beliau. Dalam suatu riwayat, Aisyah berkata, ”Pada suatu ketika, Rasulullah menyembelih seekor kambing dan kemudian berkata, ’Kirimkan daging kambing ini kepada teman-teman Khadijah.” Aisyah mengkau nggak suka sama sikap Rasul dan berkata, ’Khadijah?’ Maka Rasulullah bersanda, ”Sungguh sebuah anugerah bagiku untuk mendapatkan cintanya,’” (HR Muslim). Subhanallah...


Buat Rasulullah, Khadijah bukan cuma istri, tapi juga sahabat, pelindung, sandaran hati, dan ibu bagi orang-orang mukmin. Beliau adalah inspirasi bagi kita bahkan bagi Rasulullah karena kemuliaan Khadijah nggak bisa dipisahkan dari kehidupan Rasulullah.


Peran Khadijah dalam memperjuangkan Islam banyak diukir oleh tinta emas sejarah. Kini saatnya, kita teruskan perjuangan beliau dan ukir kembali sejarah keemasan dalam lembaran-lembaran kehidupan berikutnya. LET’S BE A GREAT MUSLIMAH!!!


6.12.09

Sebuah Kisah Inspiratif

Taken from here
Kisah ini diceritakan oleh Pak Adhyaksa Dault dalam acara "Damai Indonesiaku" @ TVONE..

Suatu hari, malaikat bertanya kepada kerbau, "Kerbau, apakah engkau ridho menjadi seekor kerbau yang mati dalam kubangan lumpur yang kotor dan bau?"
Kerbau menjawab, "Aku meridhoinya, alhamdulillah aku tidak dijadikan kelelawar yang mati karena air kencingnya sendiri."

Malaikat pun bertanya kepada kelelawar, "Kelelawar, apakah engkau ridho menjadi seekor kelelawar yang mati karena air kencingnya sendiri?"

"Aku ridho dijadikan kelelawar yang bisa melihat alam dengan jelas di malam hari, alhamdulillah aku tidak dijadikan cacing yang berjalan menggunakan perutnya sendiri."
Malaikat pun bergegas menanyai cacing dengan pertanyaan yang serupa, sang cacing pun menjawab dengan tegas, "aku bersyukur dan ridho menjadi cacing yang mencari makan dengan halal sesuai kemampuanku sendiri, meski aku harus berjalan menggunakan perutku, alhamdulillah aku tidak dijadikan MANUSIA yang tetap MEMAKAN yang HARAM, sedangkan ia sendiri MENGETAHUI bahwa hal tersebut adalah haram.."


Sahabat,

kisah tersebut merupakan sindiran bagi manusia. Kita semua tentu sudah meyakini bahwa manusia adalah makhluk yang paling SEMPURNA yang diciptakan ALLAH SWT. Namun, rupanya kesempurnaan ini tak lantas menjadikan manusia memperbesar rasa syukur dan ridho. Sebaliknya, ketamakan lah yang makin menjadi-jadi.
Fakta di Indonesia, 80% korupsi disebabkan oleh ketamakan dan keserakahan. Lebih parah lagi, korupsi ini sebagian besar dilakukan oleh orang-orang yang berilmu. Sayangnya, ilmu yang mereka miliki tak membawa kebermanfaatan, tak menguatkan iman, malah menghinakan diri mereka sendiri.

Sahabat..
Kita sebagai generasi penerus bangsa, HARUS melakukan PERUBAHAN. Karena kelak kita yang mengemban amanah untuk memakmurkan negara tercinta ini. Terus tanamkan KEJUJURAN dalam kehidupan kita. Tak lupa rasa SYUKUR dan SABAR harus kita semaikan. Serta IKHTIAR dan TAWAKAL yang IKHLAS akan menjadi kunci yang membawa kita pada keberhasilan.



GO SUCCESS Indonesian Next Generation!
© KATATINA
Maira Gall