puisi
Showing posts with label puisi. Show all posts

18.8.14

Ilusi

Illusion
Taken from here
Kau benar, waktu yang mencakup masa lalu, masa kini dan masa depan sejatinya adalah sebuah ilusi. 
Kita tak 'kan pernah tahu bagaimana kita nantinya.

Seperti halnya aku yang ceroboh menjejakkan kaki ke jalan yang tidak diperuntukkan bagiku. 
Beruntung, ada peringatan yang kubaca sebelum semuanya terlambat.

Aku pun berhenti melangkah ke depan dan bergegas memutar arah, karena memang sejak awal aku bukan tokoh utama yang telah tertulis namanya di gerbang jalan itu.

Bandung, Agustus 2014

15.9.10

Kisah Manusia dan Bumi yang Renta


Sebuah puisi (satu-satunya) yang saya bikin dengan sungguh-sungguh sampai keblinger ><
Ini juga dibantu sama Kang Azmi, Teh Karin, dan Kang Zaim.. Hehe.. Thanks a lot, all! :D

------------------------------------------------------------------

Kisah Manusia dan Bumi yang Renta

Sudah terlalu lama dunia ini menopangmu
Memberikan yang ia miliki untuk kehidupan fana ini
Namun apa yang kau berikan kepadanya?
Tak ada, tak pernah kau pedulikan dia

Tahukah kau, ia seringkali menangis
Berharap ada sedikit saja kepedulian untuk melestarikan dirinya
Karena ia sadar tak selamanya dapat memberi
Meskipun telah menjadi tugas mulia yang diberikanNya

Waktu terus berputar dan ia pun semakin renta
Sementara para generasi muda lebih senang berfoya-foya
Tangis dunia semakin menjadi-jadi
Ia sangat membutuhkan uluran tanganmu

Bersyukurlah karena Ia telah menciptakannya
Bangun rasa peduli dan kasih sayangmu terhadap dirinya
Bangkit dan bertindaklah untuk menyelamatkannya
Jangan biarkan kau menyesal karena terlambat untuk berbuat

Hingga di hari yang dijanjikanNya
Ketika manusia hanya berdiri ditemani penyesalannya
Dengan keringat menggeluyuri hingga dada
Masih menganggap perkara ini remeh atau tak nyata…?

Bukalah mata dan hati yang buta
Bukan bumi itu yang butuhkan kita…
karena baginya cukuplah Allah sebagai pelindungnya
tapi sungguh akan ada balasan bagi pendustaan kita atasnya..
yang sadar dan tidaknya mendapat khalifah sebagai amanah…
sementara bumi menjadi saksi atas amanahnya kita…

***Dan demikianlah… kisah manusia dan bumi yang renta…

Semoga bermanfaat :D

12.3.10

For My Mom

"Apa yang ku berikan untuk mama
untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga untuk mama
untuk mama tercinta
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama.."
(Lagu Cinta Untuk Mama - Kenny)


Hari ini usiamu genap 44 tahun, ibuku.. Maafkan anakmu, belum bisa memberikan yang terbaik.



Ibu..
Engkau wanita terhebat! Multitalenta.



Seorang ibu yang penuh kasih sayang. Seorang istri yang setia menemani suaminya. Seorang manajer rumah tangga yang profesional. Seorang juru masak dengan masakan terlezat. Seorang psikolog yang membantu mencari solusi. Seorang motivator yang luar biasa. Seorang dokter yang mengobati demam anak-anak dan suaminya. Seorang perawat yang mengobati luka anak-anaknya saat bermain bola. Seorang qori'ah yang pandai melantunkan ayat-ayat suci. Bahkan engkau dipercaya memegang amanah untuk memimpin masyarakat. Subhanallah..



Engkau adalah bidadari untuk ayah dan malaikat untuk kami, anak-anakmu. Nothing compares to you, mom :)



Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi yang engkau harapkan, menjadi seorang muslimah shaliha, berbakti pada orangtua, si sulung yang senantiasa membimbing si bungsu ke arah kebaikan, serta istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anakku kelak.



Terima kasih atas kasih sayangmu yang tak berbatas.. We'll always love you, mom ;)



"Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia"
^o^
© KATATINA
Maira Gall