10.6.10

Hikmah dari Sebuah Perjalanan


Suatu hari, saya bergegas dari salah satu sekolah menuju pertigaan, sampai disana sudah ada angkot hijau bertuliskan STHALL GEDEBAGE yang berhenti. Sebelum naik, saya nanya dulu sama supir angkotnya..

”Gedebage, pak?”

”Iya”

Karena pak supirnya bilang iya, saya naik aja ke angkotnya. Angkot pun menyusuri jalan, kemudian berhenti di PASAR KOSAMBI! Ahh... Ini sih pasti nyasar kayanya -.-” Tapi saya ga berhenti disana, karena saya lupa kalau dari KOSAMBI mesti naik apa *padahal kan tinggal naik bis aja*

Angkot pun terus berjalan.. TAMAN LALU LINTAS... SMA NEGERI 5 BANDUNG... Waduhh!!!! Benar-benar ”kesesatan” yang nyata!!! XD
Tapi dasar dudulnya saya, bukannya berhenti disana malah terus aja naik itu angkot, karena lagi-lagi saya lupa naik apa kalau dari daerah sana *padahal tinggal naik angkot jurusan ACEH aja kan.. ckck*

Setelah itu, BRAGA pun terlewati... Tadinya saya berpikir akan terus sampai ST HALL saja, tapi mengingat di saku hanya ada uang Rp 12.000 *bahkan tadinya dari rumah saya hanya akan membawa Rp 5000 saja :D*
Saya pun menyetop angkot entah dimana, setelah dari Braga pastinya.

Karena saya benar-benar tidak tau arah, saya bertanya sama bapak penjual koran disana.

”Pak, kalau mau ke Cicaheum naik apa dari sini?”

”Oh ke Cicaheum mah naik bis, neng. Lewatin dulu jembatan yang itu, terus abis turun dari jembatan, tungguin bisnya disana”

”Makasih, pa :D”

Jembatan biru nan usang yang di bawahnya ada rel kereta api itu pun saya lewati, sempet deg-degan juga sih, jembatannya udah tua T.T

Turun dari jembatan, saya pun menunggu bis menuju Cicaheum. Di sebelah saya ada seorang bapak berjaket kulit yang membawa sebuah kardus berisi barang elektronik *kayanya, liat dari kardusnya gambar TV*

”Mau kemana, neng?” Bapak itu menyapa saya.

”Mau ke Cicaheum, pak”

”Cicaheum? Jauh atuh. Kok bisa kesini? Sekolah dimana?”

”Sekolah di SMA 24, pa. Tadi habis ujian di SMA *di jalan solontongan*”

”Kok ujiannya sendiri? Terus kenapa bisa sampai kesini?”

”Iya, hhe. Tadi salah naik angkot pa, mestinya saya nyebrang dulu.”

”Ohh.. Bis ke Cicaheum mah suka lama, neng. Kalau mau, naik Elang Cicadas aja. Tapi tanggung juga ketang, cuma sampai Cicadas.”

Sempat terbesit kecurigaan juga nih, jangan-jangan Bapak ini penculik *pede*. Tapi saya berusaha untuk ga curiga, tapi tetep waspada.

Angkot Sadang Serang pun berhenti di depan saya dan bapak tersebut, lalu bapak tersebut bilang,

”Naik angkot Sadang Serang juga bisa neng, nanti turun di Pahlawan, terus naik angkot ke Cicaheum dari sana. Kalau mau, bareng sama Bapak.”

”Emang bapak mau kemana?”

”Bapak rumahnya di daerah Pahlawan”

Akhirnya saya naik angkot Sadang Serang tersebut dengan Bapak yang saya lupa nanya namanya siapa.

”Bapak inget anak bapak liat neng teh”

Saya pun tersenyum, disitu saya menangkap naluri ke-bapak-an beliau.

”Kapan-kapan main ke rumah bapak, kita sharing banyak hal. Rumah bapak di jalan .... no 100 *asli, saya bener-bener lupa nama jalannya X(* ”

”inshAllah, pak. Sekarang lagi sibuk buat persiapan kuliah. Hehe”

”Emang mau kuliah kemana?”

”Ke I*B pak :D”

”Wah.. Bagus atuh. Inget ya, kalau punya cita-cita, setiap malam harus bangun, shalat tahajud... Bapak juga miris liat anak-anak sekarang yang kerjaannya main-main, keluyuran, nongkrong sampai malam dan ga mempedulikan lagi akan pentingnya ibadah. Terus, berbaktilah sama orangtua, jangan bohongi dan mengecewakan mereka...”

Singkat cerita, angkot pun sampai di daerah Pahlawan dan ongkos saya dibayar oleh Bapak baik hati tersebut. Sebelum naik angkot ke Cicaheum, bapak tersebut berpesan ”Nanti kasih aja ongkosnya Rp 2000. inget! Rp 2000. Jangan lebih. Terus, langsung pulang ke rumah ya, jangan kemana-mana dulu, orangtua di rumah mungkin sedang khawatir juga sekarang. Jadikan ”kesasar” ini sebagai pengalaman”

Angkot Cicaheum itu pun melaju, di perjalanan saya tak hentinya mengucap syukur... Keyakinan saya bertambah kuat bahwa pertolongan ALLAH itu amat dekat...

Kemudian angkot yang saya tumpangi telah sampai di Cicaheum. Mencium gelagat angkot yang akan menyebrang ke terminal, saya pun memberhentikan angkot tersebut dan bergegas mengejar angkot yang ada di depan *angkot tersebut ngga ada tulisan jurusan-jurusannya*

”Mau kemana, neng?”

”Ke Cileunyi, pak”

”Oh, Cileunyi mah, angkot yang itu neng *menunjuk angkot sebelah*”

Ternyata... Angkot itu menuju Ciroyom XD Dassaarrr...

”Aduh, punten pak!”

Saya pun turun dari angkot tersebut sambil nyengir karena malu dan bergegas naik ke angkot jurusan Cileunyi, turun di Cijambe, kemudian naik ojek, sampailah ke rumah tercinta dengan selamat.. Alhamdulillah..

Believe... ALLAH’s help is near ^o^p

Apakah kamu menduga akan dapat masuk surga padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya (yang dialami) oleh orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncang aneka cobaan sehingga berkata Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya. "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" ingatlah pertolongan Allah amat dekat (QS Al-Baqarah [2]: 214)

4.5.10

Aku Tak Mengerti...


Sebenernya ini cerpen udah jaduuuullll banget, tapi sekarang baru dipublish di blog ini. Semoga bermanfaat supaya kita dapat lebih peduli terhadap lingkungan :)
================================================================================

Aku Tak Mengerti...
Oleh : Tina Nur Faidah


Aku baru saja melihat dunia. Aku baru merasakan berespirasi dengan menghirup karbon dioksida pada siang hari dan menghirup oksigen pada malam hari. Walaupun aku tak mengerti mengapa ada perbedaan respirasi seperti itu. Aku pun belum tahu apa sebenarnya tugasku di dunia ini, karena aku masih terlalu kecil untuk mengetahuinya. Juga tak memahami obrolan saudara-saudaraku yang sudah dewasa dan telah lama mengecap hidup di dunia ini. Memang, aku ikut mendengar dan memerhatikan mereka ketika sedang membicarakan makhluk yang bernama manusia. Mereka bilang manusia zaman sekarang adalah makhluk yang sangat kejam. Ah, apa benar begitu? Aku tak percaya, karena aku belum tahu seperti apa manusia itu. Mungkin aku akan mengetahuinya suatu hari nanti.



Lagi-lagi terdengar pembicaraan tentang kejelekan manusia. Mereka bilang manusia itu adalah makhluk yang sulit untuk bersyukur, padahal telah diberi berbagai macam kelebihan daripada makhluk yang lain sehingga derajat mereka lebih tinggi dari kami. Tapi, masa iya seperti itu? Seperti apa wujud manusia sebenarnya? Sampai-sampai saudara-saudaraku yang sudah dewasa sering membicarakan keburukan mereka, bahkan ada yang sambil menangis saat bercerita. Penasaran sekali diriku akan sosok manusia itu, apakah mereka menyeramkan seperti binatang-binatang buas yang tinggal di sini? Atau bahkan lebih buas daripada mereka?



Lambat laun aku pun tumbuh menuju dewasa. Aku mulai mengerti akan tugasku di dunia ini dan aku tahu bahwa manusia adalah makhluk hidup yang memang lebih mulia daripada makhluk hidup lainnya, termasuk aku. Tugasku di dunia adalah untuk membantu manusia dan makhluk hidup lainnya untuk mempertahankan hidup. Karena setiap makhluk hidup membutuhkan makhluk hidup lain dan hidup saling ketergantungan. Aku pun adalah satu-satunya makhluk hidup yang dapat meyerap energi dari matahari kemudian disebarkan pada makhluk lain.


Akhirnya aku tahu akan fungsi dari perbedaan respirasi pada diriku. Ternyata fungsinya untuk membantu menyuplai oksigen pada makhluk hidup lain untuk mempertahankan hidup mereka. Karena setahuku, mereka beraktivitas saat siang hari dan beristirahat pada malam hari. Maka, saat mereka beristirahat pada malam hari, aku bisa menghirup oksigen untuk mempertahankan hidupku sendiri. Sungguh, tak pernah aku berhenti untuk mensyukuri karunia yang luar biasa ini. Sebuah anugerah yang harus kupelihara baik-baik dan merupakan amanah dari-Nya.



Aku memang sangat senang dan mensyukuri akan tugasku di dunia ini. Namun aku tersentak kaget saat melihat saudaraku sendiri yang sangat kuat dan kokoh tiba-tiba ditumbangkan oleh segerombolan manusia yang terlihat lebih menyeramkan daripada serigala ataupun binatang buas lainnya. Mereka dengan liar dan paksa menumbangkan saudaraku sambil tertawa terbahak-bahak. Kudengar, mereka membicarakan tentang keuntungan yang sangat besar atas perbuatan mereka. Aku heran, mengapa mereka bilang menguntungkan? Bukankah itu adalah perbuatan berdosa? Apa mereka tak ingat bahwa ada Dzat Yang Maha Agung yang selalu melihat dan mengawasi setiap gerak-gerik manusia di dunia?



Sungguh aku tak mengerti akan semua ini. Tadinya aku pikir manusia memang benar-benar makhluk yang sangat mulia dibandingkan makhluk yang lainnya. Karena mereka memiliki neokorteks sebagai tempat bersemayamnya kecerdasan mereka. Itulah yang membedakan mereka dengan makhluk lainnya. Sehingga bila digunakan dengan baik, kecerdasan tersebut akan membuahkan hasil yang maksimal. Sudah sepatutnya mereka bersyukur akan hal itu.



Tapi kenyataannya, yang kulihat mereka memang makhluk yang kejam. Mereka tega menumbangkan saudara-saudaraku secara liar hanya untuk mendapatkan kepuasan sesaat. Mereka tak menyadari bumi yang semakin renta ini makin rusak karena ulah mereka sendiri. Mereka tak pernah memikirkan masa yang akan datang. Mereka hanya memikirkan kesenangan dan kepuasan yang sementara.


Aku tak tahu… Apakah mereka masih pantas untuk tetap mendapat predikat makhluk yang paling mulia???

27.4.10

Based on True Story :)


Di tengah euforia kegembiraan yang dialami siswa-siswi kelas XII, seorang guru mengunjungi rumah seorang siswi salah satu sekolah yang terkenal akan mottonya “We Create Our Future”. Calon entrepreneur (Aamiin) itu tak pernah menduga bahwa akan ada guru yang mengunjungi rumahnya saat itu (bahkan dia tak pernah berharap dikunjungi guru saat itu :D). Ibunya yang memberitahu, kemudian ia pun duduk mengobrol dengan guru tersebut serta ibundanya tercinta. Tentu saja, ia mengetahui apa maksud guru tersebut. Serasa ada halilintar besar saat mendengar apa yang dikatakan guru konseling tercintanya itu ”DUAAARRRR!!!!” Tangis pun membuncah, bahkan adik perempuannya yang masih berusia 9 tahun pun menangis di kamarnya mendengar berita tersebut.

Salahnya, penyuka astronomi tersebut belum menyiapkan mental pejuang sejati! Namun, telah banyak buku-buku motivasi dan psikologi yang ia ”lahap” ilmunya dan inilah saatnya untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu tersebut dalam kehidupannya secara langsung.

Awalnya memang kekecewaan muncul karena terasa sangat menyakitkan, namun dukungan-dukungan pun datang silih berganti, dari orangtua, guru-guru, kakak-kakak, adik-adik, saudara-saudara, dan sahabat-sahabatnya. Entah itu melalui SMS, Telpon, Facebook, dan ada pula yang berkunjung ke rumahnya secara langsung. Tetapi ada juga salah satu rekan alumninya yang berkata bahwa ia telah ikut mencoreng almamaternya tercinta, terang saja perkataan itu berbekas karena ia masih down, sehingga pada malam hari, matanya sangat perih (dasar cengeng).

Sempat pula ibunda tercintanya menyalahkan sikap anaknya yang katanya terlalu idealis, mungkin karena ibundanya menaruh harapan pada putri sulungnya itu dan juga sedang memikul banyak beban sebagai pemimpin di lingkungan rumah. Tetapi itu tak berlangsung lama, alhamdulillah.. Ayahnya tercinta pun memberi semangat, ”Teteh tidak hanya diberi ujian sekolah, tetapi juga ujian kehidupan sebenarnya, jadikan pembelajaran dan bersiaplah, karena dalam kehidupan selanjutnya ada berbagai ujian yang diberikan oleh ALLAH..”

Ahh.. Benar juga, kembali teringat akan Bilal, hamba ALLAH yang pertama kali mengumandangkan adzan itu telah diuji oleh ALLAH dengan sangat berat, dicambuk, ditindih batu besar, dan masih banyak lagi siksaan yang diberikan karena ia memeluk Islam, tetapi ia tetap kuat, tegar. Kemudian, ia pun memiliki sahabat yang sedang mengalami ujian berupa penyakit albuminaria. Saat mengingat itu semua, terbesit rasa malu pada dirinya, ini masih ujian kecil jika dibandingkan dengan ujian-ujian yang diberikan ALLAH terhadap hamba-hambaNya yang lain.

Bahkan beberapa lagu pun ikut memberi suntikan motivasi dan semangat untuknya.. Subhanallah!

“And then the hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a herolies in you…”
[Hero – Mariah Carey]

“There can be miracles
When you believe
Though hope is fell
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Some how you will
You will when you believe…”
[When You Believe – Mariah Carey]

“I'll spread my wings and I'll learn how to fly
I'll do what it takes til' I touch the sky
I'll make a wish
Take a chance
Make a change
And breakaway…”
[Breakaway – Kelly Calrkson]

“I'll be there someday
I can go the distance
I will find my way
If I can be strong
I know every mile
Will be worth my life
When I go the distance
I'll be right where I belong…”
[Go the Distance – OST. Hercules]

”One step at a time
there's no need to rush
It's like learning to fly
or falling in love
It's gonna happen and
it's supposed to happen
That we find the reasons why
One step at a time…”
[One Step at a Time – Jordin Sparks]

“Eoryeobgo heomhanil ii saenggyeodo gyeondil su isseo negeh bukkeuryeobji anhdorok (Even if there is hard and harsh work, I can endure it to not be shy)
Yes~! neukkyeobwa huimang gadeukhan sesang (Yes~! Feel the world full of hope)
Yes~! jeogi nopeun mirae hyanghaeseo (Yes~! Towards that high future over there)…”
[SEOUL – Super Junior feat. Girls Generation]

“Give thanks to ALLAH,
for the moon and the stars
Prays in all day full,
what is and what was
Take hold of your iman
Dont givin to shaitan
Oh you who believe please give thanks to ALLAH..”
[Give Thanks to ALLAH – Zain Bhika]

“Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berzikir di kidung doaku
Sakit yang ku rasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi
muhasabah cintaku…”
[Muhasabah Cinta – Edcoustic]

”My sister, may you always be strong...”
[Free – Sami Yusuf]

“Ya ALLAH,
Please forgive me
For the wrong I’ve done
Ya ALLAH,
Give me another chance
To prove that I can pass
Please guide me and protect me along
The straight path
And I know that I can make it
One day I’ll be in heaven with YOU”
[Ya ALLAH – 786 Boys]

Waktunya untuk membenahi dan mengevaluasi diri! Mungkin selama ini ia masih banyak melalaikan kewajibannya terhadap ALLAH dan belum menjadi hambaNya yang betul-betul taat juga belum berbakti sepenuhnya kepada kedua orangtuanya, belum benar-benar menghormati guru-gurunya, serta mencintai saudara-saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (“Seorang di antara kamu sekalian itu tidaklah beriman sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” – HR Bukhari). Bahkan bisa jadi, ia akan takabbur bila mendapatkan takdir yang berbeda dengan sekarang ini.

Sahabatnya berkata, “No Rain, No Rainbow!” , “Sungguh skenario ALLAH sangat indah, walau kadang suli rasanya menerima kehendakNya dengan penuh keikhlasan..” guru tercintanya berkata, “No Pain, No Gain!”, “Nothing in this life for nothing” , so she said, “No Pain No Gain, No Rain No Rainbow! ALLAH have a beautiful scenario of life :) Let’s cheer up and always do the best!”

Harapannya saat ini dan seterusnya adalah ingin merealisasikan do’a kedua orangtuanya yang tersurat dalam namanya, menjadi cahaya yang bermanfaat bagi sesama, lingkungan, bahkan bagi umat..

“Tiada satu bencana yang menimpa di bumi ini (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi ALLAH. Kami jelaskan (yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ALLAH tidak menyukai orang-orang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS Al-Hadid [57]: 22-23)

Life ends when you stop dreaming
Hopes lost when you stop believing
and Love fails when you stop caring
so remember :
Keep on trying and praying..
May ALLAH keep on making you gleaming…

Semoga bermanfaat :)

5.4.10

5 Sifat Ego : Rasakan, Kendalikan

Oleh : Supardi Lee, Trainer Independen

Perjalanan ke dalam diri harus melalui proses mengenali ego. Proses ini penting agar ego tak bisa mengendalikan jiwa yang bersih dan bebas. Tidak kendalikan ego sebabkan keburukan luar biasa. Keburukan untuk diri sendiri, orang lain, masyarakat, banga, bahkan kemanusiaan. Kemajuan yang diraih manusia sesungguhnya adalah jalan pada kehancuran selama kemajuan itu dikendalikan ego.
Karenanya sangat penting kenali ego. Ketahui dan rasakan sang ego bekerja. Amati segala gerak-geriknya. Dengan begitu, kita bisa kendalikan ego.

Sifat-sifat dasar ego ada lima

Pertama, ego senang akan kenikmatan saat ini juga. Ia tidak sabaran. Bila ada sebuah kenikmatan di depan mata, segera ia lakukan. Ia tak peduli apakah kenikmatan tersebut melanggar aturan yang ia yakini kebenarannya. Ia tak peduli meskipun kenikmatan tersebut merugikan dan menyakiti orang lain. Ia tak peduli meskipun kenikmatan tersebut membuatnya menelantarkan keharusannya. Maka banyak orang bisa terus facebookan meski sebenarnya mereka harus menyelesaikan tugasnya. Banyak anak muda mencandu pornografi meski itu melanggar aturan agama. Kenikmatan menuruti ego terebut dinilai lebih besar, lebih berarti dibanding ketaatan pada aturan.

Kedua, ego tidak senang atas penderitaan saat ini. akibatnya, sang ego tak keberatan menanggung penderitaan di masa depan yang jauh lebih besar. Ia nekat menukar kenikmatan kecil saat sekarang dengan penderitaan besar kelak kemudian hari. Maka banyak orang yang nekat tidak diet dan tidak olahraga meski badannya sudah kegemukan dan penyakitan. Penderitaan diet dan olahraga tak bisa ditanggung oleh sang ego. Perokok terus saja merokok meski tahu kebiasaan itu merusak tubuhnya. Mereka berpikir berhenti merokok itu terlalu berat penderitaannya.

Ketiga, ego terikat kuat pada hal-hal material. Menurut ego, hal-hal material adalah yang terpenting dalam hidup. Maka uang, harta, benda-benda, popularitas, jabatan, gelar menjadi tujuan hidup. Orang yang dikendalikan ego, eksistensi dirinya tergantung hal-hal material tadi. Maka seorang ulama akan marah besar bila ke-ulama-annya tidak dianggap. Pejabat mejadi murka bila disamakan dengan rakyat biasa. Artis-artis akan stress berat bila popularitasnya hilang. Orang kaya akan bunuh diri bila kekayaannya lenyap.
Keempat, ego sangat senang membandingkan dirinya dengan orang lain. Dengan begitu, orang-orang yang dikendalikan ego akan terus merasa lebih hebat atau lebih buruk dari orang lain. Bila hartanya lebih banyak, ia akan sombong karena merasa lebih hebat. Bila ia tak punya jabatan, ia akan merasa lebih buruk, minder, merasa kecil di hadapan orang yang punya jabatan. Ego sangat senang atas perbedaan. Merasa sama dengan orang lain adalah musuh ego.

Kelima, ego itu punya kecerdasan tingkat tinggi. Ia bisa menari di irama gendang apapun. Bersama orang miskin ia senang. Bersama orang kaya ia gembira. Ego bisa membutakan mata orang bodoh. Ego juga bisa mengecoh orang berilmu. Ego mampu menelikung orang tak beriman. Ego juga mampu menipu orang beriman. Makin tinggi ilmu, pengalaman dan keimanan seseorang, makin tinggi dan makin halus lah eg mempengaruhi. Kita mungkin bisa lepas dari jeratan ego untuk malas, tapi bisa kah kita lepas dari jeratan ego untuk sombong? Dari sombong bisa lepas, tapi selalu berhasil kah kita melepas jebakan ego untuk merasa lebih hebat (ujub)?

Ego bekerja hebat di dalam kegelapan. Ia tak berdaya dalam cahaya. Cahaya itu bernama kesadaran. Sudahkah kita sadar setiap saat?

26.3.10

Cerita Bangsa Bangsa*

Bangsa pintar dipimpin pemimpin yang membangun bangsanya
Bangsa bodoh dipimpin pemimpin yang membangun dirinya

Bangsa pintar menjadi pemain
Bangsa bodoh menjadi penonton

Bangsa pintar berpikir untuk menang
Bangsa bodoh berpikir untuk tidak kalah

Bangsa pintar menjadi majikan
Bangsa bodoh menjadi kuli

Bangsa pintar menjual
Bangsa bodoh membeli

Bangsa pintar menyelesaikan masalah besar melupakan masalah kecil
Bangsa bodoh meributkan masalah kecil melupakan masalah besar

Bangsa pintar menghargai bangsanya
Bangsa bodoh mengabaikan bangsanya

Bangsa pintar percaya kebaikan
Bangsa bodoh percaya keburukan

Bangsa pintar berpikir besar
Bangsa bodoh bertanya mengapa

Bangsa pintar merasa bodoh
Bangsa bodoh merasa pintar

Bangsa pintar memberi
Bangsa bodoh menerima

Bangsa pintar berkomitmen meraih kejayaan
Bangsa bodoh menginginkan kejayaan

*) Puisi ini disusun berdasarkan urutan daftar isi buku karya Heppy Trenggono : Menjadi Bangsa Pintar

20.3.10

Winner or Loser


(taken from Flash Magz)

Oh! My God, I got C for math, it will ruin my life. I've got red ink in my school report book. I will not have a bright future in my life!!

Those pity words that maybe spoken from our heart if we get bad mark for our subjects or if we fail in those subjects. We think that we are loser just because we fail in math or biology. We think that we are loser just because we get C for English or get red ink in our report book. Come on guys! Failing some exams doesn't equal to failing in life.

Do you know Nelson Mandela, he waited 27 years to be president, he was beaten, kidnapped, and imprisoned but now he not only becomes president, but also awarded the Nobel Peace Prize. Do you know Alexander Graham Bell? He had failed many times before finally he invented telephone. Or do you know Prophet Muhammad? Before he conquered Mecca, he had failed many times. He conveyed Allah's rule for thirteen years, but he got only a few followers. Maybe you think that he was a loser or he failed in his duty. But a real winner never thinks that he or she has failed. And so, Prophet Muhammad PBUH (Peace Be Upon Him), he didn't think that he had failed, he took a lesson from his postponed victory.

Sometimes we need to fail, but many of us don't understand why sometimes we have to fail. If we see far into our past, we may understand why we sometimes win and sometimes fail. Our failure will give us strength to gain our success. A failure will show us the wrong path, so it will lead us to find the right path. So, don't be afraid of failure, just get benefit from your failure and reach your victory. Don't ever forget that Allah will watch us from above, and your failure maybe is an examination from Him. Pray and do better thing are the best things to do!

12.3.10

For My Mom

"Apa yang ku berikan untuk mama
untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga untuk mama
untuk mama tercinta
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama.."
(Lagu Cinta Untuk Mama - Kenny)


Hari ini usiamu genap 44 tahun, ibuku.. Maafkan anakmu, belum bisa memberikan yang terbaik.



Ibu..
Engkau wanita terhebat! Multitalenta.



Seorang ibu yang penuh kasih sayang. Seorang istri yang setia menemani suaminya. Seorang manajer rumah tangga yang profesional. Seorang juru masak dengan masakan terlezat. Seorang psikolog yang membantu mencari solusi. Seorang motivator yang luar biasa. Seorang dokter yang mengobati demam anak-anak dan suaminya. Seorang perawat yang mengobati luka anak-anaknya saat bermain bola. Seorang qori'ah yang pandai melantunkan ayat-ayat suci. Bahkan engkau dipercaya memegang amanah untuk memimpin masyarakat. Subhanallah..



Engkau adalah bidadari untuk ayah dan malaikat untuk kami, anak-anakmu. Nothing compares to you, mom :)



Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi yang engkau harapkan, menjadi seorang muslimah shaliha, berbakti pada orangtua, si sulung yang senantiasa membimbing si bungsu ke arah kebaikan, serta istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anakku kelak.



Terima kasih atas kasih sayangmu yang tak berbatas.. We'll always love you, mom ;)



"Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia"
^o^
© KATATINA
Maira Gall