23.9.11

Push Your Own Spirit Button!


Bismillah...

Salam ‘alaykum sobat-sobat yang senantiasa dirahmati Allah, gimana nih kabarnya? (Wa’alaykumussalam, alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar!!! \^o^/)

Udah lama nih ga nulis #nggaknanya,na :P
Akhirnya sekarang bisa nulis lagi setelah beberapa lama vakum untuk mencari dan memberi inspirasi, alhamdulillah yah :D

Well then, apa sih na, judul tulisannya aneh gitu, “push your own spirit button” :?

Gini  sob, beberapa waktu ke belakang, penulis melihat banyak sekali fenomena menurunnya semangat orang-orang terutama para kawula muda *termasukpenulis :P* secara drastis, ada yang karena kegalauan, kebosanan, kemalasan, kelelahan, dll, hehe~

Tapi sebenarnya itu memang hal yang manusiawi. Adakalanya semangat atau motivasi itu muncul dan membara, tapi setelah itu bisa meredup dalam waktu sekejap mata. Namun ada juga segelintir orang yang kita lihat semangat dan motivasi mereka seakan ga pernah habis, siapa tuh? Mereka adalah para motivation trainer :D

Kita telusuri nih rahasianya, menurut Kang Andri Maadsa (motivation trainer, owner Success University, Trainer Entrepreneur) seorang motivation trainer juga manusia biasa yang semangatnya bisa naik turun. Tapi karena mereka memiliki occupation untuk membangkitkan semangat orang lain, disaat itulah semangat mereka sendiri terisi kembali! Saat mengingatkan orang lain, saat itu juga mereka mengingatkan diri mereka sendiri.

Nah, disitulah letak “spirit button” para motivation trainer. And also, semua manusia punya “spirit button” itu masing-masing, termasuk sobat-sobat yang lagi pada baca tulisan ini :D

Cara untuk push the button nya juga beda-beda. Ada yang dengan dengerin lagu yang memotivasi udah langsung semangat lagi, ada yang melalui baca buku-buku inspiratif tentang tokoh, dll. Cara apapun bebas asalkan tetap bermuatan positif untuk perkembangan sobat-sobat semua, misalnya dengan dengerin lagu inspiratifnya Mariah Carey yang judulnya Hero, selain bisa nambah semangat juga bisa nambah vocabulary sobat-sobat semua, sekalian belajar bahasa Inggris juga, itu berarti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, kan? :D

At least but not last, ada hal yang bakal ngasih sobat-sobat semua semangat dan motivasi tiada henti :D Apa lagi kalo bukan Al-Qur’an, the most beautiful love letter from ALLAH, the Greatest One, in the whole life forever!!! Coba sobat-sobat baca dan resapi ayat-ayat ini, Q.S. 3:105 ; 3:139 ; 9:41 ; 12:87 ; 13:11 ; 29:2-3 ; 59:18, dahsyaaaatttt!!! \^O^/

Oke sobat, jangan pernah berhenti untuk terus berjuang, saat kelelahan itu datang, teruslah bergerak sampai rasa lelah itu lelah untuk kelelahan mengejar kita, dan bilang ini sama si rasa lelah, “Loe, Gue, END!!! xP” Hahaha xD

So, what if I get tired and wanna stop to move and strive? :(
Just push your own spirit button!!! \^O^/

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada ALLAH dan hendaklah setiap orang memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada ALLAH. Sungguh, ALLAH Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 18)

Bandung, 25 Syawal 1432 H (23 September 2011),
saat usia menginjak angka 19, semoga semakin semangat untuk terus memperbaiki diri dan merealisasikan nama “Nur Faidah” (cahaya yang bermanfaat) dengan sungguh-sungguh untuk berkontribusi secara maksimal bagi kemaslahatan umat, aamiin. Hwaiting!!! \^O^/

10.8.11

Olimpiade Geografi 2011

OLIMPIADE GEOGRAFI 2011
“Melalui Olimpiade Geografi Kita Wujudkan Karakter Bangsa yang Cinta Tanah Air”

Diselenggarakan oleh :
Bidang Pendidikan
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi
Universitas Pendidikan Indonesia

Persyaratan Peserta 

Olimpiade Geografi tingkat SD, SMP, SMA dan Guru Geografi tahun 2011 terbuka untuk siswa dan Guru yang memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Berkewarganegaraan Indonesia
  2. Peserta adalah siswa-siswi/guru utusan dari sekolah yang bersangkutan, saat mengikuti lomba di tingkat Kabupaten/kota maupun Provinsi masih berstatus sebagai siswa-siswi/guru sekolah yang bersangkutan, dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Sekolah
  3. Peserta yang diperkenankan mengikuti olimpiade adalah peserta yang telah terdaftar secara sah di panitia
  4. Setiap sekolah mengirimkan maksimal 10 orang siswa dan 2 guru perwakilan sekolah yang bersangkutan
  5. Dikirim oleh sekolah yang bersangkutan berdasarkan surat keterangan Kepala Sekolah
  6. Berkelakuan baik dan tidak terlibat penyalahgunaan obat terlarang dan minuman keras yang dibuktikan dengan surat keterangan Kepala Sekolah
  7. Peserta yang mengikuti olimpiade dan mempergunakan peserta luar yang terdaftar atau tidak memenuhi persyaratan di atas, maka siswa yang bersangkutan tersebut didiskualifikasi


Mekanisme Pendaftaran

  • Peserta melakukan pembayaran ke BNI dengan no rekening 0159025854 a.n. Alin Aliyani atau BRI dengan no rekening 0133-01-001831-53-0 a.n. Alin Aliyani
  • Setelah melakukan pembayaran, peserta mengisi formulir pendaftaran di web http://bemjpgeo.wordpress.com
  • Konfirmasi kepada panitia bahwa anda telah melakukan pembayaran dan mengisi formulir, sms ke nomor 085722540720 (Alin Aliyani)
  • Selanjutnya nama anda akan tercantum dalam daftar peserta yang bisa dilihat di http://bemjpgeo.wordpress.com


Biaya Pendaftaran

  • Tingkat Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 35.000,00/peserta
  • Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp 45.000,00/peserta
  • Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar Rp 50.000,00/peserta
  • Tingkat Guru sebesar Rp 70.000,00/peserta


Tempat dan Waktu Pelaksanaan

SELEKSI
TINGKAT
WAKTU
TEMPAT
SELEKSI WILAYAH
KABUPATEN/KOTA
SD, SMP, SMA, dan
Guru
Minggu, 25 September 2011
Di masing-masing
Kabupaten/kota
FINAL
SD, SMP, SMA, dan
Guru
Senin, 10 Oktober
2011
Gedung FPIPS, Universitas Pendidikan Indonesia



Bidang yang Dilombakan

  • SD           : IPS Geografi
  • SMP        : IPS Geografi
  • SMA       : Geografi
  • Guru        : Geografi


Diskualifikasi

  1. Peserta tidak mentaati atau melanggar ketentuan Olimpiade Geografi 2011 yang telah ditentukan
  2. Peserta membuat kekacauan baik dengan peserta lain atau dengan panitia
  3. Selama pelaksanaan Olimpiade Geografi 2011 bekerjasama dengan peserta lainnya baik dari satu sekolah maupun sekolah lain
  4. Terbukti melakukan pemalsuan identitas atau dokumen lain yang terkait dengan legalitas sebagai peserta Olimpiade Geografi 2011


Hadiah Pemenang

Juara I
Tropi Rektor UPI, uang pembinaan, dan piagam penghargaan
Juara II
Tropi Dekan FPIPS UPI, uang pembinaan, dan piagam penghargaan
Juara III
Tropi Ketua Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS UPI, uang pembinaan, dan piagam penghargaan
Juara Harapan I
Tropi BEM HMJP Geografi UPI dan piagam penghargaan
Juara Harapan II
Tropi Bidang Pendidikan HMJP Geografi UPI dan piagam penghargaan


Pendaftaran peserta Olimpiade Geografi 2011
1 April s.d. 16 September 2011

*update :
pendaftaran diperpanjang hingga saat technical meeting (24 september 2011), silahkan hubungi contact person dibawah ini :)


Contact Person :
Ifa Nursolihat (085224947996)
Ninit Novitasari (081327545541)


Informasi lebih lengkap dapat diakses di blog kami :
http://bemjpgeo.wordpress.com
 __________________________________________
UPDATE!
Untuk Olimpiade Geografi Nasional 2012, infonya dapat dilihat di web http://epicentrum51.webs.com/event, goodluck! :D

9.7.11

Pendaftaran Beasiswa Belajar Bersama Bang AFIM 2011-2012 telah dibuka!



Belajar Bersama Bang AFIM adalah program PPI Montpellier bersama masyarakat Perancis-Indonesia di Montpellier dan didukung oleh beberapa asosiasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Sasaran utama program ini ditujukan kepada mahasiswa S1 yang berprestasi akademik, bermotivasi tinggi tetapi kurang mampu untuk membiayai proses perkuliahannya di Perguruan Tinggi Negeri.

Beasiswa ini meliputi:

- biaya SPP,
- biaya hidup bulanan,
- pembelian buku/referensi kuliah,
- bimbingan akademik

Syarat-syarat untuk melamar beasiswa ini:

- mahasiswa S1 semua PTN, minimal semester 3
- 1 lembar CV
- 1 lembar surat motivasi
- Memiliki prestasi akademik yang baik
- Memiliki keterbatasan ekonomi

Cara pendaftaran:

Download formulir di http://www.ppi-montpellier.comule.com/

Tanggal-tanggal penting:

- 20 Agustus 2011: penyerahan dokumen beasiswa
- 1 Oktober 2011: pengumuman hasil beasiswa secara online.

Aplikasi dapat dikirim ke:

- afim.montpellier@gmail.com

- Bapak Aldi Kamal Wijaya
Jl. Raya Semplak No 01 RT 03 Rw 08, Gang SD Neglasari,
Keluarahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat
Kota Bogor 16114, Jawa Barat

- Ibu Murtihapsari Hartono
Jl. Serayu No. 1111, Sanggang,
Kota Manokwari 98312, Papua Barat


Sebarkaaaannnnn :D

4.7.11

This is What a True Gentleman Does...

Taken from http://when11chamber.multiply.com/journal/item/90

---------------------------------------------------------------

This is What a True Gentleman Does...


A gentleman knows how to begin a conversation.

If a gentleman is subjected to a rude remark or rude behavior, he does not offer rudeness in return.

A gentleman allows others to finish their sentences. Even in his most brilliant moments, he does not interrupt.

A gentleman does not talk with his mouth full - even over the phone.

A gentleman is slow to judge the actions of others, either in their public or private affairs.

A gentleman never corrects another person's grammar - unless he is teaching an English class.

A gentleman does not take part in major arguments over minor issues.

A gentleman makes a conscious effort to use correct grammar, but he resists all temptation to sound overly grand.

A gentleman does not pretend to speak languages that he has not made his own.

A gentleman never asks a woman if she is pregnant.

A gentleman avoids raising his voice and does not shout others down - even in the most heated discussion.

A gentleman says "Excuse me," not "I'm sorry" when he inconveniences someone while moving through a crowded room.

A gentleman never begins a statement with "I don't mean to embarrass you but..."

When it comes to accepting social invitations, a gentleman never waits for something better to come along.

A gentleman does not ask anyone - male or female - to divulge his or her age.

When a gentleman initiates a telephone conversation, he knows it is his responsibility to end that conversation.

A gentleman does not use his cell phone when he is at a table with others.

Once a gentleman discovers that he must decline an invitation that he has already accepted, he promptly alerts his host.

When a gentleman receives a number of invitations on his voice mail, he accepts the first one.

A gentleman does not engage in arguments, of any sort, at the dinner table.

When a gentleman is confronted by foolishness, he does not attempt to refute it with reason. Instead, he keeps silent.

A gentleman never claims to have seen a movie or read a book about which he has only read reviews.

In a civil conversation, and when attempting to meet new friends, a gentleman asks the question "What do you think?" often.

A gentleman sincerely appreciates any gift that comes his way, and pens a thank you note to show his gratitude.

A gentleman knows that a toast need not be epic in length, but usually a few well thought out words will convey his wishes.

A gentleman knows that the freshest toast of the evening is the first one offered.

A gentleman knows that, beer steins excepted, he may not toast with anything resembling a coffee cup.

A gentleman never uses a toast to ridicule or embarrass a friend.

A gentleman does not take it upon himself to deliver a toast at a breakfast meeting.

When a gentleman will have guests in his home, he makes sure the toilets are clean and there is plenty of toilet paper.

When a gentleman throws a party, he goes to the grocery store and the liquor store early in the day, and buys plenty of ice.

A gentleman understands that a hat exists for utilitarian purposes, and that it should never be worn inside.

A gentleman always removes his hat during any formal prayers.

If a gentleman has a cold, especially if he is running a fever, he declines all social invitations.

If a gentleman has left a message for another person, he does not leave badgering follow-up calls.

Even if he lives alone, a gentleman never drinks milk directly from the container.

At a concert or any musical performance, a gentleman does not applaud until the end of a complete musical number.

A gentleman does not pick his nose in public. In fact, he is wise that he does not pick his nose at all.

In a theater, church, or any place where people have gathered, a gentleman always turns his cell phone off.

When a gentleman arrives late for a church service, he waits for a suitable pause in the service before sitting down.

A gentleman always thinks before he speaks.

19.6.11

First Love (A Little Thing Called Love)


Film asal Thailand ini berjudul First Love (A Little Thing Called Love) tapi di negara Asia lainnya ada juga yang bilang kalo judulnya “Crazy Little Thing Called Love”. Genre nya romance, tapi komedi juga. Menceritakan tentang seorang gadis remaja yang naksir kakak kelasnya yang memang banyak digandrungi.

Gadis itu bernama Nam (diperankan sama Baifern Pimchanok Luevisadpaibul #halah,nyebutin namanya aja susah bener xD), dia bisa dikategorikan sebagai siswa yang biasa-biasa aja, bahkan tergolong cupu, ga gaul, dsb. Dari sisi akademik pun dia termasuk kurang, tapi dia jago banget di bidang bahasa Inggris. Nah, diam-diam dia suka sama kakak kelasnya yang bernama Shone (diperankan sama Mario Maurer) yang punya banyak fans di sekolah mereka.
                
Nam ini hidup bertiga dengan ibu serta adiknya, sedangkan ayahnya kerja di Amerika. Suatu hari, pamannya datang ke rumah mereka dan ngasih surat dari ayahnya, katanya, siapa yang ranking 1 nanti bakal dapet tiket buat pergi ke Amerika. Pastinya Nam seneng banget, dari situ dia mulai belajar sungguh-sungguh supaya bisa ke negeri paman Sam buat menemui ayahnya tercinta :D
                
Gara-gara 3 sobat deketnya, Nam mencoba mengaplikasikan 9 metode untuk menaklukan kakak kelas dari sebuah buku, hahaha. Sejak itulah, Nam lambat laun berubah. Dia jadi pemeran utama di pentas drama sekolah, ikut marching band, dan yang pasti dia ga cupu lagi. Klimaks muncul di saat Nam udah bersinar, dan ada siswa baru yang merupakan sahabat deketnya Shone suka sama Nam, hoho. Bahkan persahabatan Nam dengan sobat-sobatnya di ambang kehancuran, ckckck #biasa, remaja :P
                
Waktu pun terus berjalan, sampe Nam baikan sama 3 sobatnya dan dia berhasil jadi ranking 1, it means dia bisa pergi ke Amerika, Shone pun lulus sekolah. Di saat hari kelulusan itu, Nam ngasih mawar putih buat Shone dan dia pun bilang tentang semuanya, tentang yang selama ini udah dipendam, setelah itu dia liat tulisan “Shone love Pin” di saku seragam Shone yang penuh corat-coret spidol kelulusan itu.
                
Dia speechless dan patah hati pastinya. Sejak saat itu mereka ga pernah ketemu. Sembilan tahun kemudian, Nam udah jadi seorang fashion designer muda yang terkenal dan go international, sedangkan Shone jadi seorang fotografer yang sebelumnya dia adalah seorang pemain sepakbola Thailand. Mereka pun bertemu di sebuah talk-show yang menghadirkan Nam sebagai bintang tamunya. Setelah itu gimana, na? Yaa.. tonton sendiri aja deh ya, biar tau filmnya gimana. Hahaha :D
                
Ada satu hal penting yang bisa diambil dari film ini, bahwa cinta memang seharusnya merupakan sebuah kekuatan yang membangun, bukan malah melemahkan bahkan meniadakan dan karena cinta, kita akan berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam hal apapun :D
                
Cinta sama makhluk-Nya aja udah ngasih impact yang besar seperti itu, apalagi cinta sama Sang Pencipta? Tentu impact nya bakal luar biasa berkali-kali lipat, guys! :D
                
Untuk kelebihan dan kekurangannya.. Humm.. So far, ga ada kekurangannya, mungkin wajah Mario Maurer yang kelewat cute sampe bikin konsentrasi hilang, hahaha #alay :P Subtitle nya sih, terjemahannya bisa dibilang parah, hohoho, karena saya emang ga nonton DVD aslinya, ini copy-an dari laptop temen, heheh xD
                
Akting para pemainnya juga natural, lucu, dan ga bikin bosen. Selain itu, kita juga bisa tau sedikit-sedikit kebiasaan orang Thailand, misalnya mereka suka menggunakan kata “Aww” bukan sebagai ekspresi kalo ngerasa sakit, tapi seperti kita bilang “Hei!” di Indonesia. Hehe.
                
Well then, bagi yang belum nonton, cobain nonton ya, ga rugi kok :D dan semoga bisa jadi pembangkit semangat buat film-maker Indonesia supaya ga mau kalah buat bikin film remaja yang dikemas secara apik, menarik, nilai moralnya tinggi, dan ada sisi edukasinya juga kemudian bisa nembus pasar internasional, aamiin :D

"Do all things with love"
(Og Mandino, an American Author [1923-1996])


Bandung, ditulis pada tanggal 18 Rajab 1432 H
*di tengah-tengah fluktuasi semangat mengerjakan laporan PKL dan menganalisis silabus, keep on FIRE!!! \^o^/

3.6.11

Hitunglah, dan Bacalah!

Sebuah tulisan singkat tapi nyelekit dari seorang sahabat..
-------------------------------------------------------------

Hitunglah, dan Bacalah!

By : Zaim Sidqi Islami

Kegiatan di mana-mana? Embaatt...
Sibuk di hari libur? Udah biasaaaa...
Teman-teman gimana? Kadang baik kadang menyebalkan sih..
Gimana nih dunia? Rame, Alhamdulillah!

Eh, Tunggu sebentar...
Shalat? Ga kelewat, tapi... Apa shalatnya sudah shalat?
Tilawah? Emm... Kapan ya terakhir ngaji...
Rawatib? Hemmmm... Shalatnya kloter ke-4, setiap beres shalat dzikir pun ga sempet, sibuk lagi. Infaq? Ups =_='
...
...
...
...
...
Man Rabbuka?

ASTAGHFIRULLAH!!!

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150318909529972
------------------------------------------------------------------------------------

Baca, resapi, dan lakukan sebuah perubahan yang berarti, guys! \^o^/





"Qul inna salati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil aalamin." (6:162)
(Say: Truly, my prayer and my service of sacrifice, my life and my death, are (all) for Allah, the Cherisher of the Worlds.)

Ambassadors of Islam



I am a hijabi Muslim woman, and I refuse to reduce my hijab to a scarf much like those before me. Hijab goes beyond my modest dress code and my head cover. Hijab is my lifestyle. Over the years, it has built my character and shaped my behavior. Hijab has brought me closer to my creator. My hijab is very much feminine. It is a tool given to every woman that no man is able to acquire through wit or strength. As a hijabi, I am a walking representation of Islam. This form of dawah does not require brochures or speeches. The statement I make as I walk streets from Texas to the Middle East is stronger than your most colorful brochure. I am everyday an ambassador of Islam, accepting the responsibility as much as I am the honor. The responsibility my hijab has given me is a fierce passion continuously driving me to seek knowledge about my faith and share it with others. It is the reason I am able to speak to you in your language, a language that is not my native tongue.
And no, I don’t dress this way, act this way, and talk this way because I’m forced to. I am who I am today of my own free will and as a result of the decisions I’ve made throughout my life with the guidance of my Lord. I cover the beauty He has blessed me with, as He has blessed every woman, so that you may see beyond the physical. Hijab has taught me to respect myself, for that is where everyone else’s respect is derived. I speak softly and lower my gaze, not from shame or weakness. Rather, it is from humility and understanding of the power my eyes and voice possess. I don’t need to raise my voice in order to be heard. The words that softly leave my lips and the ones escaping my pen as I write this have much more weight than the volume of my vocal cords. My thoughts and opinions are proven to be much more piercing than the eye contact you deem necessary to sustain a conversation. I am well aware of my defiance to your norm, but I do not need to conform to society’s norms, whether it is that of the West or the East. I am not interested in your culture. Through hijab, Islam has become my culture, my way of life. It constitutes my values and beliefs, and I’m not one to downgrade.
I am certain that there are hijabi women everywhere who feel this. They are my sisters in Islam, my fellow ambassadors of this faith. You will not run into us at your clubs. You will not meet us at your bars. We do not pose for your indecent photos. We are not the subjects of your gossip magazines, nor are we your Hollywood icons. We don’t sing and dance for your pleasure. And no, you cannot have our phone numbers. We cover our bodies because we are the truest form of beauty. We lower our gazes because we understand the effect our eyes will have on you. We speak firm words softly because we know the content is enough emphasis. We are strong Muslim women, and we are pleasing to our Lord. And that alone is the reason we are.

MashaAllah :D


© KATATINA
Maira Gall